PERMASALAHAN – PERMASALAHAN
DI KEBUN DAN PERMECAHANNYA
1. Kenapa pekerjaan yang di Berita Acara kan masih orang lain yang periksa baru diketahui tidak benar, sedangkan Ka Afdeling / Ka Kebun / Pengawas Rayon sudah tanda tangan ?
Kenapa masih berani melaporkan pekerjaan yang belum selesai menjadi selesai ?
Kemungkinan penyebab :
a. Instruksi atasan dalam penggunaan HK harus sesuai dengan norma ( CP ) tetapi kenyataannya tidak mencukupi ( karena areal berat ) sehingga ada kecenderungan Ka Afdeling melaporkan hasil kerja sesuai dengan norma, walaupun secara kenyataan tidak sesuai.
b. Team pemeriksa dalam memeriksa hasil kerja berdasarkan spek, sementara dari Afdeling mengejar quantitas.
c. HK yang disediakan tidak mencukupi dengan kondisi areal yang akan dikerjakan, dilain pihak Ka Afdeling dituntut untuk bisa menuntaskan pekerjaan tersebut dengan norma yang sudah ditentukan dari CP.
d. Ka Afdeling belum leluasa mengalihkan pemakaian HK sesuai dengan kondisi di lapangan ( harus menunggu kepastian / jawaban dari pengawas rayon ) sehingga pekerjaan terbengkalai berlarut – larut.
e. Antara team pemeriksa dengan Ka Afdeling tidak bisa sejalan dalam memeriksa hasil kerja.
Pemecahan :
a. Aparat kebun ( Ka Afdeling, Ka Kebun, Pengawas Rayon ) harus berani mengemukakan permasalahan yang sebenarnya sebelum pekerjaan dilaksanakan.
b. Penegasan kembali aturan main pelaksanaan BKA sesuai dengan fungsi masing – masing.
c. Ka Afdeling harus melaporkan apa adanya yang sudah dikerjakan.
2. Sisip, pekerjaan paling susah di dunia, tetapi masih kurang perhatian dari semua pejabat afdeling, tanam palma masih banyak yang salah sedangkan pekerjaan tersebut di bayar cukup mahal ?
Kemungkinan penyebab :
a. Data yang ada tidak akurat.
b. Pengawasan pelaksanaan sisip masih kurang.
c. Untuk areal sulit ( bukit, rawa dsb ) cost / biaya yang ditentukan tidak mencukupi.
d. Belum ditemukan / diketahui cara pananganan hama yang efektif dan efisien.
Pemecahan :
a. Untuk memudahkan pengecekan dan pendataan, pelaksanaan sisip harus dikerjakan per jalur panen ( 1 : 4, 1 : 8 ) sesuai dengan kemampuan dan tuntas blok per blok.
b. Pengawasan terhadap pelaksanaan sisip dari aparat kebun ( Ka Kerja, Ka Afdeling, Ka Kebun ) harus ditingkatkan.
c. Pekerjaan penyisipan harus dilaksanakan sesuai spek yang telah ditentukan.
3. Kenapa HK deteksi hama dan penyakit, pemberantasan hama dan penyakit serta infrastruktur tidak pernah tidak cukup, sedang item lain selalu tidak cukup ?
Kemungkinan Penyebab :
a. HK untuk deteksi dan pemberantasan hama dan penyakit hanya dipakai pada blok – blok yang rawan saja, dan HK infrastruktur hanya digunakan untuk merawat jalan yang diprioritaskan, sehingga HK dari item tersebut tidak sepenuhnya terpakai.
b. HK yang disediakan untuk selain item deteksi dan pemberantasan hama penyakit serta rawat infrastruktur tidak cukup karena memeng kondisi arealnya kotor dan berat.
Pemecahan :
a. Untuk item pemberantasan hama dan penyakit ( HP ), HK yang disediakan harus benar – benar dipakai untuk pemberantasan hama dan penyakit ( bukan hama saja atau penyakit saja ).
b. Untuk item deteksi hama dan penyakit, HK yang disediakan harus digunakan untuk areal yang telah ditentukan sesuai CP ( bukan pada daerah / areal yang rawan saja ).
c. Pengalihan dana / HK tersebut harus jelas pamakaiannya,
misal : Untuk apa ?, Blok mana ?, berapa jumlahnya ? dsb.
4. Kenapa tidak melaksanakan BKA sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan ?
Kemungkinan Penyebab :
a. Kondisi areal bervariasi ( berat, sedang, ringan ).
b. Fluktuasi tenaga kerja tidak menentu.
Pemecahan :
a. Harus bisa mengantisipasi ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan.
5. Kenapa prestasi kerja areal sebelah dalam tidak sama dengan areal tepi jalan :
Kemungkinan penyebab :
a. Kurang kontrol aparat kebun terhadap pekerjaan bawahannya.
b. HK yang tersedia tidak mencukupi dengan kondisi areal yang akan dikerjakan, sehingga HK yang ada dipakai untuk mengerjakan areal dipinggir jalan dulu.
Pemecahan :
a. Kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan bawahan harus lebih ditingkatkan.
b. Melaporkan kondisi areal sebenarnya sesuai prosedur yang ada.
c. Pekerjaan dimulai dari sebelah dalam kebun baru menuju kaluar ( tepi jalan ).
6. Kenapa kartu blok belum juga dikerjakan sedangkan target untuk Ka Afdeling satu bulan empat blok ?
Kemungkinan penyebab :
a. Adanya keterbatasan waktu.
b. Kurang kesadaran terhadap tugas yang diberikan.
c. Kondisi blok tidak mendukung ( berat ) sehingga sulit untuk mendatanya.
Pemecahan :
a. Harus bisa membagi waktu dengan melimpahkan tugas pada bawahan yang bisa dipercaya ( Mandor I / SKU ) tapi tanggung jawab sepenuhnya tetap pada Ka Afdeling.
b. Setiap tanggal 6 ( enam ) bulan berikutnya harus sudah diserahkan ke Kantor Besar, masing – masing afdeling satu bulannya 4 blok.
7. Kenapa laporan bulanan masing – masing afdeling belum juga jalan ?
Kemungkinan Penyebab :
a. Belum bisa membagi waktu untuk melaksanakan tugas – tugas yang diberikan.
b. Kurangnya kesadaran terhadap tugas yang diberikan.
Pemecahan :
a. Laporan bulanan tiap tanggal 6 ( enam ) bulan berikutnya harus sudah dikumpulkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar